August 17, 2011

Sejarah KRUS

Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS) merupakan areal Hutan Pendidikan Lempake,Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman yang semula merupakan kawasan dari areal konsensi HPH CV Kayu Mahakam yang telah dieksploitasi secara tebang pilih (selective cutting). Rektor Universitas Mulawarman pada saat itu Ir. R. H. Sambas Wirakusumah, M.Sc. meminta salah satu areal di kawasan hijau seluas 300 ha kepada Ali Akbar Afloes selaku pemegang konsesi HPH CV Kayu Mahakam untuk menjadi Hutan Pendidikan (Laboratorium Alam) Fakultas Kehutanan Unmul.

Substansi kesepakatan dalam Piagam Bersama antara Direktur CV Kayu Mahakam, Ali Akbar Afloes dan Rektor Universitas Mulawarman, R. Sambas Wirakusumah, pada tanggal 9 Juli 1974 dengan disaksikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. Sjarif Thajeb dan Gubernur Kepala Daerah Propinsi Kalimantan Timur, Abdul Wahab Syachranie adalah sebagai berikut:

1. Potensi hutan Indonesia, Kalimantan Timur khususnya semakin bertambah penting peranannya dalam upaya turut menjaga keseimbangan alam dari berbagai macam polusi;

2. Peningkatan pemanfaatan potensi hutan di wilayah propinsi Kalimantan Timur dapat mengakibatkan terganggunya kelestarian, oleh karena itu perlu dibuat usaha-usaha perlindungan dan pengawetan sumberdaya alam tersebut tanpa mengurangi kegiatan pemanfaatan tersebut;

3.Program Universitas Mulawarman untuk turut serta membantu usaha–usaha perlindungan dan pengawetan sumber alam itu tanpa mengurangi kegiatan pemanfaatan tersebut.

Advertisements
October 2, 2011

Sedikit Pengalaman Spiritual Saya

Oleh Busriyadi

Saya adalah anak kedua dari delapan bersaudara, empat laki-laki dan empat perempuan. Dilahirkan di kota Samarinda pada 27 Oktober 1982 oleh seorang ibu rumah tangga, beliau bernama Munawaroh. Ayah saya sendiri adalah seorang petani, beliau bernama Marju.

Saya dibesarkan di Dusun Rimbawan, Kelurahan Lempake sampai umur 6 tahun. Setelah satu tahun mengenyam pendidikan di SD Kebun Agung pada tahun 1990, saya dipindahkan ke Madura yang merupakan kampung halaman kedua orang tua saya.

Di Madura saya tidak tinggal dengan kedua orang tua saya melainkan tinggal bersama dengan nenek, kakek, dan paman. Saya tinggal di daerah Bangkalan dan melanjutkan sekolah di sana . Setelah lulus sekolah dasar pada tahun 1995, saya melanjutkan ke sekolah menengah pertama sampai tahun 1998. Kemudian, saya diberi pilihan oleh paman dan nenek, antara melanjutkan sekolah ke sekolah menengah atas atau pondok pesantren, dan saya lebih memilih ponpes atas dasar ilmu agama saya yang masih dangkal. Pula karena saya mempunyai prinsip masa depan di mana saya tidak ingin hanya fokus pada ilmu pengetahuan umum saja.

Singkat cerita, di tahun 1999 akhirnya saya melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Sidogiri – Pasuruan, Jawa Timur. Saya langsung memulai di level kelas 3 Ibtidaiyah dan lebih banyak ditempa dengan pelajaran Salafiyah atau sering disebut juga Diniyah, sangat jarang sekali pelajaran tentang pengetahuan umumnya.

Setelah lulus Ibtidaiyah, saya kembali melanjutkan pendidikan di tingkat Tsanawiyah. Namun sayangnya, jalannya pendidikan tidak berlangsung lama. Hanya bertahan satu bulan saya duduk di bangku sekolah yang setingkat dengan sekolah menengah pertama tersebut. Tidak lain dan tidak bukan sebabnya tertuju pada permasalahan biaya. Baru saya sadari bahwa biaya di sekolah yang baru tersebut sangat mahal, nenek dan paman saya tidak mampu untuk memenuhinya.

Saya berhenti di level kelas 1 Tsanawiyah Pesantren Sidogiri pada tahun 2002 dengan perasaan sedih hati yang amat sangat, karena saya belum sepenuhnya mendapatkan ilmu agama seperti yang diharapkan sebelumnya. Perasaan sedih itu kemudian saya pendam dalam-dalam karena memang tidak bisa berbuat banyak dalam menyikapi faktor ekonomi yang menjadi kendala. Namun, di sela kesedihan tersebut, tetap tersimpan rasa bangga dalam diri saya. Meski hanya mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Sidogiri selama empat tahun, saya telah ditempa dengan pendidikan agama yang tak henti-hentinya. Dan dalam proses tersebut, saya tidak pernah menyia-nyiakan waktu untuk terus beribadah kepada Allah SWT sebagai bekal di dunia dan akhirat.

Alhamdulillah, walaupun ilmu agama saya belum bisa dikatakan sempurna, namun saya merasa puas karena sudah bisa membaca Al-Qur’an dan melaksanakan kewajiban-kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT, serta sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Dan yang terakhir, saya mempunyai harapan, mudah-mudahan ilmu yang sedikit tersebut mampu saya amalkan untuk saya sendiri dan orang-orang yang ada di sekitar saya. Semoga pula ilmu yang saya dapatkan dari Pondok Pesantren Sidogiri menjadi sesuatu yang barokah dan bermanfaat untuk mengarungi hidup di dunia hingga di akhirat kelak. Amin Ya Robbal Alamin.

September 25, 2011

Asgar

Lahir tanggal 7 Februari 1969. Pria asal Palu ini mulai mengabdikan dirinya di KRUS pada 19 Maret 2003. Awalnya, beliau mengemban tugas sebagai perawat kuda. Beliau sangat senang bekerja di kebun raya, menurutnya: “Banyak pengalaman yang saya dapatkan semenjak bekerja di KRUS”. Berdasarkan pengalamannya yang sudah bertahun-tahun tersebut, ayah dari dua putera dan satu puteri ini merupakan salah satu perawat satwa senior di kebun raya.

September 11, 2011

Pelanduk Dada-putih

Nama Indonesia: Pelanduk Dada-putih

Nama Latin: Trichastoma rostratum

Nama Inggris: White-chested Babbler

Penyebaran: Sumatera dan Kalimantan

 

Sumber foto : Ismail Agung

September 11, 2011

Pleuratus sp.

pleurotus sp

September 11, 2011

Conocybe sp. (2)

conocybe sp

Tags:
September 11, 2011

Clavilinopsis helvola

clavilinopsis helvola

September 11, 2011

Agaricus sp.

agaricus sp

September 11, 2011

Marasmius siccus

marasmius siccus

September 11, 2011

Auricularia auricularia

auricularia auricularia

September 11, 2011

Conocybe sp.

conocybe sp 2

Tags: